The Owl by Edward Thomas
Puisi ini menceritakan keadaan ketika perang dimana segala sesuatunya kacau balau, susah, lapar dan kelaparan. Secara srtuktural puisi ini memiliki rima bersilang a-b-a-b.
Stanza pertama menjelaskan keadaan perang dimana prajurit mengalami lapar, haus, kelaparan (‘I came,hungry, and yet not starved’) dan kedinginan (‘cold, yet had heat within me that was proof’).
Stanza selanjutnya menerangkan bahwa di medan perang tidak ada waktu yang banyak untuk makan, beristirahat selama perang belum usai. Di medan perang tersebut rasa lapar, kedinginan dan lelah benar-benar dirasakan (‘Knowing, how hungry, cold, and tired was I’).
Stanza ketiga menejlaskan bahwa di medan perang tidak ada kemurahan hati dan keceriaan (‘no mercy note, nor cause of merriment’). Kita tidak bisa lari begitu saja dan melarikan diri (‘but one telling me plain what I escaped’).
Stanza terakhir menerangkan bahwa semuan keinginan akan istirahat, bergembira masih jauh dari harapan.
Tampilkan postingan dengan label resume. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resume. Tampilkan semua postingan
Selasa, 15 September 2009
Meeting at Night
Meeting at Night by Robert Browning
Meeting at Night pada stanza pertama memilki rima yang tidak teratur (a-b-c-d-e-f) sedang pada stanza kedua rimanya mulai teratur (a-b-a-a-b-a). Puisi tersebut menjelaskan tentang perjalanan seorang laki-laki mencari/menuju cintanya. Stanza pertama menjelaskan keadaan perjalanannya di dekat pantai (pesisir pantai) dengan pemandangan yang pada saat itu melewati matahari yang sedang terbenam setengahnya di ufuk laut seperti pada kalimat “The grey sea and the long black land;” dan “and the yellow half-moon large dan low” dengan hamparan laut dengan ombak yang saling bergulung-gulung seperti bara api yang menjulur, ini dapat dilihat dari kalimat “..and the starled little waves that leap” dan “in fiery ringlets from their sleep” .
Pada stanza kedua puisi ini menjelaskan tentang perjalanannya yang sangat jauh untuk bisa bersama dan bertemu. Jiwa mereka seperti satu seperti pada kalimat “Than the two hearts beating each to each”.
Meeting at Night pada stanza pertama memilki rima yang tidak teratur (a-b-c-d-e-f) sedang pada stanza kedua rimanya mulai teratur (a-b-a-a-b-a). Puisi tersebut menjelaskan tentang perjalanan seorang laki-laki mencari/menuju cintanya. Stanza pertama menjelaskan keadaan perjalanannya di dekat pantai (pesisir pantai) dengan pemandangan yang pada saat itu melewati matahari yang sedang terbenam setengahnya di ufuk laut seperti pada kalimat “The grey sea and the long black land;” dan “and the yellow half-moon large dan low” dengan hamparan laut dengan ombak yang saling bergulung-gulung seperti bara api yang menjulur, ini dapat dilihat dari kalimat “..and the starled little waves that leap” dan “in fiery ringlets from their sleep” .
Pada stanza kedua puisi ini menjelaskan tentang perjalanannya yang sangat jauh untuk bisa bersama dan bertemu. Jiwa mereka seperti satu seperti pada kalimat “Than the two hearts beating each to each”.
analisis The Eagle
The Eagle by LordTennyson
The Eagle dilihat dari struktur puisinya mempunyai rima teratur yaitu a-a-a b-b-b. Dari segi semantiknya puisi tersebut menggambarkan bahwa hidup manusia itu seperti elang yang lama-lama makin tua. Siklus hidup manusia juga seperti elang yang kadang di atas dan kadang di bawah ini dapat kita lihat pada kalimat “He watches from his mountain walls” yang menandakan elang tersebut berada di atas sama seperti manusia yang kadang ada di atas dan kalimat “And like a thunderbolt he falls”, manusia juga sering mengalaminya jatuh dari kesuksesan jatuh ke dalam kegagalan yang artinya manusia sedang berada di bawah. Tidak selamanya elang berada di atas sebab dia juga pasti turun ke bawah untuk makan,minum dan tidur, sama halnya dengan manusia tidak selamanya berada di atas.
Hikmah yang bisa di dapat dari puisi ini adalah segala sesuatu di dunia adalah sementara, tidak ada yang abadi.
The Eagle dilihat dari struktur puisinya mempunyai rima teratur yaitu a-a-a b-b-b. Dari segi semantiknya puisi tersebut menggambarkan bahwa hidup manusia itu seperti elang yang lama-lama makin tua. Siklus hidup manusia juga seperti elang yang kadang di atas dan kadang di bawah ini dapat kita lihat pada kalimat “He watches from his mountain walls” yang menandakan elang tersebut berada di atas sama seperti manusia yang kadang ada di atas dan kalimat “And like a thunderbolt he falls”, manusia juga sering mengalaminya jatuh dari kesuksesan jatuh ke dalam kegagalan yang artinya manusia sedang berada di bawah. Tidak selamanya elang berada di atas sebab dia juga pasti turun ke bawah untuk makan,minum dan tidur, sama halnya dengan manusia tidak selamanya berada di atas.
Hikmah yang bisa di dapat dari puisi ini adalah segala sesuatu di dunia adalah sementara, tidak ada yang abadi.
Label:
analisis the eagle,
resume,
the eagle
Langganan:
Postingan (Atom)
